Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
384 views

Tags

cerita rakyatglnkendang aki bocor

KENDANG AKI BOCOR


  19 Aug 2019 - 11:29 am (1 year ago)
  Content Language : Indonesian
   
Category  : Education

Anak-anakku yang budiman, keragaman budaya daerah merupakan salah satu kekayaan yang kita miliki. Negeri kita memiliki ribuan adat dan budaya yang berasal dari berbagai suku bangsa. Tentu saja, adat dan budaya yang lahir dan berkembang di masyarakat itu kini menjadi kekayaan dan kebanggaan bangsa Indonesia. Buku ini menyajikan cerita fiksi dengan latar belakang seni budaya yang yang berkembang di salah satu kota di Jawa Barat, yaitu Sumedang. Ya, Sumedang, kota seni budaya yang juga dijuluki kota tahu. Sumedang adalah kota tua di pegunungan. Sebagian besar masyarakatnya hidup dari bertani. Sebagai kota yang telah berusia ratusan tahun, banyak adat, seni, dan budaya yang lahir di kota itu, misalnya seni kuda renggong, jentreng, dan bangreng. Dalam buku ini, dikisahkan kehidupan seorang anak dari keluarga seniman yang begitu dekat dengan Sekapur Sirih Kendang Aki Bocor vi keseharian kakeknya. Sebagai cucu seorang pemain kendang kawakan, anak itu pun turut belajar menabuh kendang. Namun, anak-anak tetap saja anak-anak. Dunia mereka adalah dunia bermain, apa pun selalu menjadi ajang bermain bagi mereka. Untunglah sang Kakek yang penuh canda dan humoris itu juga seorang yang bijak. Dia tetap sepenuh hati mengasuh dan mengajari anak-anak mengenai seni dan kehidupan. Melalui buku ini kalian akan diajak untuk mengenal seni dan budaya tersebut. Seni dan budaya warisan leluhur yang kini menjadi kekayaan bangsa kita. Bahkan, ada yang sudah dikenal di mancanegara, misalnya jentreng. Selain itu, dalam buku ini ada istilah-istilah dalam bahasa Sunda, beberapa di antaranya sudah sering kita dengar melalui berbagai sinetron di televisi. Akan tetapi, di bagian akhir tulisan sengaja disajikan daftar istilah yang menerangkan arti dari istilah tersebut supaya kalian mudah memahaminya. Nah anak-anakku, selamat membaca.